Permohonan Seorang Guru

Moved from banyak-omong.blogspot.com 3/9/08

Ada seorang guru yg cukup arif. Beliau berlokasi di Mojoagung Jombang. Pas kemarin beliau sempat membuat penelitian yg menghubungkan antara matematika dan ilmu falaq. Setelah penelitiannya berhasil, ada seorang dosen ITS Surabaya menawari untuk mengembangkan penelitiannya dan menjadikan sebuah buku. Guru tsb menolak dengan halus.


Si Dosen kaget, dan bertanya "Lalu apa keinginanmu? Sampai hati kamu menolak penawaranku untuk menjadi kaya dan terkenal?"

Sang Guru menjawab "Tiap kali aku beribadah, aku hanya memohon supaya anak didikku menjadi orang yg sukses dan bijaksana. Apapun bentuk pekerjaannya, asalkan halal, dan kalau bisa lagi, dua pekerjaan halal yg tidak aku anjurkan."

Si Dosen penasaran, "2 pekerjaan apa itu? halal tapi tidak kau anjurkan?"

Sang Guru dengan enteng menjawab "Pegawai Negeri Sipil dan ABRI".

Si Dosen terperanjat, "Kenapa, bukankah keduanya termasuk pekerjaan halal dan mulia? Bahkan kau sendiri seorang PNS."

"Iya, tapi aku punya alasan.PNS tidak memiliki kebebasan berpikir, apa yg diperintahkan oleh atasan, itulah tugas yg dikerjakan. Sulit menumbuhkan inovasi pada diri seorang PNS. Bagai kerbau di cocok hidung. Dan yg paling parah, 68% PNS memakan gaji buta serta korupsi waktu."Lanjut sang Guru.

Si Dosen lebih terperanjat lagi, kemudian berkata "Lalu apa alasanmu untuk ABRI ?"

Sembari meringis, Sang Guru menjawab "ABRI malah diwajibkan tidak berfikir. Bagai kerbau dungu tak punya otak. Apa yg diperintahkan komandan, itu yg wajib dikerjakan. Dan tak ubahnya pengangguran yg mendapatkan gaji dan tunjangan."

"Paradigma itu bisa berubah, seandainya PNS dan ABRI bekerja semaksimal mungkin. Tapi kondisi seperti itu baru bisa mulai terjadi di Indonesia 70 tahun yg akan datang." Lanjut Sang Guru sambil berlalu dari hadapan Si Dosen.

1 comments:

Bani "BBoy Kodok" March 23, 2008  

yuPz beTuL itu...

coZ bokap saYa seoraNg PNS...
and saya sepertinya ga mau kayak dia,huehueeueee...

About this blog